KONSEP RUANG DAN WAKTU

Hosting Unlimited Indonesia
Oleh: Muhammad Abdurrohim

Istilah ruang dan waktu ataupun ruang waktu terkadang digunakan dalam dua konteks yang berbeda akan tetapi dengan pengertian yang sama sehingga membuat bingung sebagian orang yang belum paham dengan kedua konteks tersebut. Konteks yang pertama adalah pengertian ruang dan waktu dalam lingkup cultural studies yaitu seperti pendapat dari Elisabeth Stroker dalam investigations in Philosopy of space, yang menjelaskan tentang ketidak terpisahan antara konsep ruang dan dunia. Ketika kita mengatakan bahwa hidup di dalam sebuah ruang maka itu mempunyai makna semantic yang sama dengan hidup di dalam sebuah dunia. Maka mengatakan hidup di ruang lain (ruang mimpi, ruang mistik) sama artinya dengan mengatakan hidup di dunia lain (dunia mimpi, dunia hantu).
Berbeda ketika konteks yang digunakan adalah fisika maka konsep ruang dan waktu hanya sebatas ruang dan waktu secara fisis. Dalam fisika, ruang dan waktu mempunyai pengertian yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerangka berpikir manusia. Dan tentu saja kerangka berpikir manusia berkembang berdasarkan atas analisis mendalam dari gejala alam yang ditemui serta teori yang sudah diakui.
Islam sebagai agama yang diakui juga mempunyai referensi khusus untuk memahami konsep ruang dan waktu baik itu secara kultural maupun sains. Maka, selain mencoba untuk mencari konsep ruang dan waktu menurut sains maka makalah ini juga akan mencari hubungan antara konsep yang ditelurkan sains dengan konsep dari islam (Alquran).
Konsep Ruang Dan Waktu Mutlak Fisika Klasik
Pada bagian pengantar buku Principia karangan Newton dibeberkan sejumlah definisi bahwa ruang dan waktu adalah mutlak. Ruang mutlak adalah ruang dimana setiap tempat dapat dibagi menjadi tiga koordinat lepas dari adanya benda sebagai acuan atau tidak. Ruang angkasa dibayangkan memiliki sumbu-sumbu matematis yang menentukan kedudukan setiap titik. Menurut Newton waktu pun mengalir tanpa mengacu pada peristiwa tertentu. Pemutlakan ruang waktu ini bertahan sampai dimandulkan oleh albert Enstein pada tahun 1905.
Pandangan paham Newton ini telah memberi suatu kerangka nalar dasar yang membantu kita memahami sejumlah besar gejala alam. Pandangan tentang alam ini yang sebenarnya berasal dari Galileo, mengatakan bahwa ruang dan waktu adalah mutlak. Juga dikemukakan bahwa setiap percobaan yang dilakukan dalam kerangka acuan (pengamatan) kita barulah bermakna fisika apabila dapat dikaitkan dengan dengan percobaan serupa yang dilakukan dalam kerangka acuan mutlak. Yaitu suatu system koordinat kartesius semesta yang padanya tercantelkan jam-jam mutlak. Sebagai contoh, pernyataan yang lazim dikenal sebagai asas kelembaman (inersia) Galileo, mengatakan bahwa sebuah benda yang diam cenderung diam kecuali jika padanya dikenakan gaya luar. Jika kita mencoba menguji asas ini dalam sebuah kerangka acuan yang mengalami percepatan, seperti sebuah mobil yang berhenti secara mendadak, atau sebuah komidi putar yang sangat cepat perputarannya, akan didapati bahwa asas ini tidak berlaku lagi. Jadi hukum-hukum newton (termasuk asas kelembaman) tidak berlaku dalam kerangka acuan yang mengalami percepatan, kecuali dalam kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan tetap.
Konsep Ruang Dan Waktu Modern
Konsep ruang dan waktu yang mutlak dicoba untuk diuji kebenarannya oleh einstein. Berangkat dari dua asumsi, yaitu asas relativitas kedua asas kecepatan cahaya yang konstan. Menurut asas relativitas tidak mungkin untuk membedakan satu sistem dengan sistem yang lain jika kedua-duanya bergerak dengan kecepatan tetap. Sebagai contoh seseorang yang berada dalam gerbong kereta api yang diam kemudian melihat kereta api lain yang bergerak melalui jendela, maka orang itu tidak akan yakin kereta api mana yang sebenarnya bergerak sampai melongok sendiri ke luar jendela. Artinya baik mekanika maupun elektromagnetik, berlaku tanpa perubahan dalam setiap kerangka yang kecepatannya tetap. Asumsi kedua,kecepatan dalam ruang kosong selalu tetap, bebas dari gerakan sumber cahaya maupun pengamat. Kedua asumsi tersebut mengantarkan pada dua kesimpulan, pertama, yaitu dua peristiwa yang terjadi serempak dalam satu kerangka acuan belum tentu terjadi serentak dalam kerangka acuan yang lain. Kedua terjadi penyusutan panjang benda dan dilasi waktu ketika benda tersebut menempuh perjalanan dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya.
Dengan teorinya itu berarti Einstein secara radikal merombak pengertian ruang dan waktu mutlak. Ruang dan waktu tidak mutlak lagi atau dengan kata lain menjadi relatif. Atas kekonsistennya, Einstein berhasil mengantarkan suatu cara pandang mengenai alam semesta yang samasekali baru dengan teori relativitas khususnya ini. Setelah terbukti einstein mencoba lagi membuktikan prinsip relativitas umum, yakni bahwa hukum-hukum fisika akan sama untuk semua pengamat. Tepatnya antara tahun 1905 sampai 1916 einstein membuktikan bahwa hukum-hukum fisika itu akan sama dalam kerangka acuan percepatan. Dia mengakui pentingnya hubungan antara gerak percepatan dan gravitasi, dan selanjutnya menunjukkan bagaimana gravitasi dapat mempengaruhi ruang dan waktu.
Gaya gravitasi antara dua benda dianggap oleh newton sebagai reaksi sesaat melintasi jarak antara kedua benda tersebut. Einstein menunjukkan bahwa dua benda akan tarik menarik sehingga mempengaruhi ruang dan waktu diantara keduanya.
Dapat dibayangkan bahwa suatu satelit antariksa yang memasuki suatu daerah di mana ruang dan waktu dilengkungkan oleh keadaan obyek masif di dekatnya. Cahaya akan dibelokkan sehingga bintang-bintang yang jauh akan tampak bergeser dan benda-benda akan tampak terdistorsi. Sendainya terjadi balapan antara dua pesawat antariksa, maka pemenangnya adalah yang mampu menciptakan energi dari radiasi untuk mendistorsi ruang waktu, atau bahkan menggali terowongan ruang dan waktu.
Efek dari teori relativitas umum Einstein adalah:
1. Perkiraan keberadaan lubang hitam
Frekuensi suatu foton cahaya atau jam atom dipengaruhi oleh gravitasi. Medan gravitasi mendistorsi ruang dan waktu, dan reaksi medan gravitasi adalah terhadap ruang yang melengkung. Salah satu pengaruh yang paling dramatis dari teori ini adalah bahwa cahaya tidak dapat melepaskan diri dari suatu benda yang memiliki gravitasi yang cukup kuat. Benda ini disebut sebagai lubang hitam.
2. Lubang cacing
Keadaan yang sama dengan proses terbentuknya lubang hitam, hanya saja diasumsikan dalam lingkup yang kecil.
3. Ruang waktu yang memuai (mengembang)
Dulu Newton beranggapan bahwa ruang dan waktu bersifat mutlak dan statis, akan tetapi setelah munculnya teori relativitas umum Einstein ruang dan waktu ternyata tidaklah statis melainkan terus mengembang. Dari asumsi inilah teori bigbang dapat dibuktikan.
Alam semesta (ruang dan waktu) dianggap terus memuai, menyebabkan setiap galakasi bergerak menjauhi setiap galaksi lainnya seperti halnya bintik pada permukaan balon yang menggembung. Astronom Edwin Hubble menemukan pada tahun 1929 bahwa semakin jauh suatu galaksi, semakin cepat galaksi itu menjauh dari kita. Teori ini juga akan membawa pada kesimpulan bahwa alam semesta ini talah berumur 10-12 milyar tahun. Dan yang terakhir, kesimpulan bahwa alam semesta ini berhingga bertolak belakang dengan teori Newton bahwa alam semesta ini tak berhingga.
Ruang Dan Waktu Menurut Alquran
Istilah ruang dan waktu dalam alquran banyak ditemui dalam berbagai ayat yang mempunyai maksud dan pengertian yang berbeda. Untuk istilah waktu saja alquran menyebutnya dalam empat bentuk dengan tempat dan pengertian masing-masing. Yaitu:
1. Ajal, untuk menunjukkan waktu berakhirnya sesuatu, seperti berakhirnya usia manusia atau masyarakat. Setiap umat mempunyai batas waktu berakhirnya usia (QS Yunus [10]: 49). Demikian juga berakhirnya kontrak perjanjian kerja antara Nabi Syuaib dan Nabi Musa, Al-Quran mengatakan: Dia berkata, “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dan kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas yang kita ucapkan” (QS Al-Qashash [28]: 28).
2. Dahr digunakan untuk saat berkepanjangan yang dilalui alam raya dalam kehidupan dunia ini, yaitu sejak diciptakan-Nya sampai punahnya alam sementara ini. Bukankah telah pernah datang (terjadi) kepada manusia satu dahr (waktu) sedangkan ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (karena belum ada di alam ini?) (QS Al-insan [76]: 1). Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan waktu yang dilalui oleh alam)” (QSAl-Jatsiyah [45]: 24).
3. Waqt digunakan dalam arti batas akhir kesempatan atau peluang untuk menyelesaikan suatu peristiwa. Karena itu, sering kali Al-Quran menggunakannya dalam konteks kadar tertentu dari satu masa. Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban kepada orang-orang Mukmin yang tertentu waktu-waktunya (QS Al-Nisa’ [4]: 103)
4. Ashr, kata ini biasa diartikan “waktu menjelang terbenammya matahari”, tetapi juga dapat diartikan sebagai “masa” secara mutlak. Makna terakhir ini diambil berdasarkan asumsi bahwa ‘ashr merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia. Kata ‘ashr sendiri bermakna “perasan”, seakan-akan masa harus digunakan oleh manusia untuk memeras pikiran dan keringatnya, dan hal ini hendaknya dilakukan kapan saja sepanjang masa.
Dari kata-kata di atas, dapat ditarik beberapa kesan tentang pandangan Al-Quran mengenai waktu (dalam pengertian-pengertian bahasa indonesia), yaitu:
a. Kata ajal memberi kesan bahwa segala sesuatu ada batas waktu berakhirnya, sehingga tidak ada yang langgeng dan abadi kecuali Allah Swt. sendiri.

b. Kata dahr memberi kesan bahwa segala sesuatu pernah tiada, dan bahwa keberadaannya menjadikan ia terikat oleh waktu (dahr).
c. Kata waqt digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, dan diartikan sebagai batas akhir suatu kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan. Arti ini tecermin dari waktu-waktu shalat yang memberi kesan tentang keharusan adanya pembagian teknis mengenai masa yang dialami (seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya), dan sekaligus keharusan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu-waktu tersebut, dan bukannya membiarkannya berlalu hampa.
d. Kata ‘ashr memberi kesan bahwa saat-saat yang dialami oleh manusia harus diisi dengan kerja memeras keringat dan pikiran.
Pengertian waktu di atas adalah berdasarkan tafsir maudhu’i yang dikutip dari tulisan Qurays Syihab dalam bukunya Wawasan Alquran.
Pengertian ruang dalam alquran tidak ditemukan secara khusus, artinya tidak ditemukan ayat yang menggunakan istilah ini dalam satu kasus khusus. Sehingga konsep ruang dan waktu dalam alquran lebih cenderung menuju pada hakikat ruang waktu dalam pengertian modern, dimana ruang dan waktu tidak terpisah secara dimensional.
Pendekatan ruang waktu dalam alquran condong pada pengertiannya sebagai alam semesta atau al’alamin. Menurut Ibnu Arabi Al-‘alamin dapat dibedakan menjadi jenis-jenis alam, yaitu alam gaib, alam meta gaib, dan alam nyata.
Secara lebih dalam mencari konsep utuh ruang waktu menurut alquran dapat dianalisis dengan faktor yang terkait dengan konsep-konsep yang menjadi bangunan dari ruang waktu tersebut. Seperti yang disebut di atas terkait gejala ruang waktu jika dianggap bersifat relatif, maka konsep yang membangunnya seperti teori relativitas khusus dan umum Einstein sudah cukup mengantarkan pada pengertian utuh tentang ruang waktu tersebut.
Ayat yang menjelaskan baik itu secara tersirat maupun secara tersurat konsep relativistik Einstein telah banyak ditemukan.
Teori Relativitas Khusus Enstein yang menjadi fondasi utama konsep ruang waktu relatif didasarkan pada asumsi:
1. Kecepatan cahaya adalah kecepatan tertinggi yang paling mungkin di alam semesta ini. Kecepatan cahaya bersifat konstan dengan nilai 2,988 x 105 Km /s.
2. Hukum-hukum fisika yang dinyatakan dalam bentuk persamaan akan selalu mempunyai bentuk yang sama dalam sebarang kerangka acuan inersia.
Kedua asumsi tersebut akan menimbulkan dampak:
1. Pemuluran waktu (dilasi waktu) pada jam yang bergerak lebih lamban dari pada jam yang diam.
2. Penyusutan panjang pada batang yang bergerak tampak lebih pendek daripada batang yang diam.
3. benda yang bergerak akan mempunyai massa lebih besar dari pada massa diamnya.
Kecepatan yang konstan menurut enstein yang bernilai 2,988×105 dapat dihitung berdasarkan konsep alquran sebagaimana yang telah dilakukan oleh DR. Mansour Hasaf El Nabi, seorang ahli astrofisika Mesir yang menemukan cara penghitungannya dengan menyamakan jarak tempuh malaikat adalah sama dengan jarak tempuh oleh bulan selama 1000 tahun. Kemudian menghitungnya dengan sistem kalender bulan sideral dalam ilmu astronomi. Dengan berdasar pada kerangka acuan bintang dan alam semesta dihitung kecepatan bulan serta periode bulan lantas memasukkan nilaike dalam rumus L = v.T maka dihasilkan besar c = 299.792,5 km hasil yang paling mendekati akurat jika dibanding dengan versi lainnya.
Terkait dengan massa benda bergerak lebih besar dari pada massa diamnya menunjukkan bahwa manusia tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan perjalanan yang jaraknya melebihi 1000 tahun cahaya seperti yang dilakukan oleh para malaikat. Dalam surat assajdah ayat 5 diterangkan bahwa Allah mengatur urusan dari langit ke bumi dan kembali lagi ke langit dalam 1 hari yang menrut perhitungan kamu 1000 tahun. Penalarannya adalah umur rata-rata manusia adalah sekitar 65-100 tahun, sedangkan untuk mencapai jarak yang ditempuh oleh malaikat dalam satu hari manusia memerlukan waktu 1000 tahun. Maka jelas hal itu tidak mungkin bagi manusia. Dalam surat Arrohman ayat 33 dijelaskan demikian, bahwa manusia tidak akan sanggup menembus langit kecuali dengan kekuatan.
Ruang dan waktu mempunyai pengertian yang berbeda pada setiap kerangka berpikir yang berbeda. Ruang dan waktu mengalami perkembangan pengertian, mulai dari masa klasik hingga ke masa modern.
Dalam kerangka berpikir klasik ruang dianggap bersifat mutlak sedangkan dalam kerangkan berpikir modern ruang dan waktu bersifat relatif.
Dalam Alquran ruang dan waktu mempunyai pengertian yang sama dengan kerangka berpikir modern. Akan tetapi alquran mempunyai pengertian yang bersifat kultural juga terhadap istilah waktu.

DAFTAR PUSTAKA

Van Klinken, Gery .2004.Revolusi Fisika Dari Alam Gaib Kea Lam Nyata.Jakarta. KPG
Krane,Kenneth S. 2006. FISIKA MODERN. Jakarta.Penerbit UI.
Wardhana, Wisnu Arya. 2006. Melacak Teori Einstein dalam Alquran. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Hosting Unlimited Indonesia

About these ads

6 thoughts on “KONSEP RUANG DAN WAKTU

    • dimensi menjadi kata kunci untuk persoalan ini, dimensi ruang waktu yang sekarang ini kita tempai adalah dimensi pertama…….masih ada dimensi lain lagi yang disebut dalam cerita isro dan mikroj itu…. jika dikembangkan lagi maka dimensi yang terbesar adalah Tuhan itu sendiri….Allahu Akbar..

  1. Jika kecepatan relatif bulan pada hari ke 27 itu adalah V.cos a – di mana a adalah besar sudut yang dibentuk bumi dalam 27 hari masa peredarannya mengitari matahari, maka berapakah kec, relatif bulan itu setelah 91 hari – atau bumi telah membentuk sudut sebesar 90 derajat terhadap matahari, dengan rumus V.cos a itu pak … ???

    • itu mudah….kamu tahu bahwa a adalah sudut yang dibentuk bumi terhadap matahari sedangkan V.cos a adalah komponen vektor dari kecepatan V, dan besar kecepatan bulan dinyatakan dengan V.cos a tersebut, maka anda tinggal memasukkan nilai sudut yang dibentuk it (90 derajat) pada V.cos a….sedangkan cos 90 anda sudah tahu nilainya….maka V. Cos 90 adalah……trms

  2. Aan

    Artikelnya menarik dan mendalam. tapi saya masih rada bingung nich…seperti gimana sich katanya ada gagasan tentang perjalanan menembus waktu ke masa depan. ada gak penjelasannya?

    • perjalanan waktu untuk menembus mas depan adalah buah dari pemikiran ini………teori relativitas umum einstein membuka ruang untuk berdiskusi ke arah situ…..namun untuk kenyataannya masih menunggu teknologi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s