BLU (Butuh Lantaran Untung)

Apa yang dirasakan oleh mahasiswa sekarang memang perlu diungkapkan dengan sebentuk aksi, teriakan, kemarahan, atau apapun itu, Namun tidak ada yang mampu melakukan hal itu. Ini karena seting pengumuman PPL yang dibuat sedemikian rupa sehingga mahasiswa tidak sempat berpikir dua kali untuk menerima atau menolak peraturan baru tersebut. Serluruhnya bungkam, bukan karena menerima secara legowo, akan tetapi memang ruang sudah begitu sempit untuk membuat semacam penolakan. Meskipun ada, jelas tidak berpengaruh seberapa. Semua akan menerima dengan lapang dada, tetapi dengan hati sempit karena memang dompet ciut.
Perlu diketahui bersama bahwa secara sadar birokrasi kita telah membuat sebuah pernyataan berani. Yaitu menaikkan biaya registrasi PPL dengan alasan menerapkan sistem BLU (Badan Layanan Umum) yang sekarang ini marak digalakkan oleh berbagai institusi perguruan tinggi. Apakah ini bukan tindakan nyata bahwa sebelum institusi kita ini sah menjadi intitusi mandiri sudah memulai sedikit demi sedikit dan dengan sengaja memberikan beban yang begitu berat kepada mahasiswa. Dalih memperbaiki kualitas dan meningkatkan mutu pelayanan ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak sebanding. Mahasiswa dipaksa mengeluarkan dana yang besar setiap kali melaksanakan program-program akademik.
Kita sekarang dapat sedikit membuktikan bahwa saat ini invasi ilmu ekonomi terhadap pendidikan sudah semakin menghawatirkan di institusi kita, dimana pendidikan diyakini sebagai hal yang juga harus ditata menurut prinsip – prinsip ekonomi yang efisien dan produktif. Akibatnya subyek mahasiswa bukan lagi dihargai sebagai pribadi yang sedang mengembangkan kemampuannya, melainkan obyek ekonomi untuk meningkatkan produktifitas. Lebih jauh lagi paradigma pendidikan untuk mencari keuntungan (education for profit) sebenarnya telah menjadi keyakinan para penentu kebijakan di institusi kita ini. Sehingga jangan heran jika sebentar lagi semua biaya program pendidikan yang harus kita laksanakan akan megalami kenaikan secara drastis.
Penerapan Keliru
BLU merupakan kebijakan pemerintah pusat yang memberikan otoritas masing-masing perguruan tinggi untuk mengelola secara mandiri baik dana maupun sistem akademik, sehingga perguruan tinggi berhak menerapkan sistem bayar untuk semua infrastruktur yang dimilikinya serta mengelola seluruh program pendidikan yang ada dengan sistem layanan. Dari sinilah terjadi banyak sekali peluang yang begitu segar untuk senantiasa menekan mahasiswa secara finansial. Sisi baik dari sistem ini hanya pada perbaikan kualitas dan peningkatan mutu serta pelayanan. Tapi apakah kita sudah melihat hal demikian itu di institusi kita ini? Jelas belum, karena di institusi kita masih pada taraf trial saja, ibarat baru bisa mendownload aplikasi gratis dari internet. Makanya akan banyak sekali kekurangan dan tentu saja pengorbanan hak-hak mahasiswa yang cukup masif.
Seharusnya para penentu kebijakan mengetahui bagaimana kondisi mahasiswa sebenarnya. Keputusan menaikkan biaya PPL tahun ini sangat terlihat sekali kalau birokrasi telah gagap menerapkan sistem baru. Dapat dibayangkan, kenaikan drastis yang wajar dan masih ditolerir seharusnya tidak mencapai 100 persen lebih. Acuan mahasiswa untuk mempersiapkan biaya suatu program pendidikan tahun ini tentu saja biaya tahun lalu. Ini logis dan tidak dapat dibantah lagi. Tidak bermaksud menafikkan mahasiswa yang mampu, akan tetapi mahasiswa yang miskin juga harus mendapat tempat. Mereka jelas akan gelagapan menaggapi kebijakan mendadak tersebut.
Sudah saatnya para penentu kebijakan membuka matanya lebar-lebar, jangan sampai ada mahasiswa yang tidak jadi mendaftar PPL hanya karena tidak mampu membayar biaya registrasinya. Secara konstitusi ini sudah melanggar amanat pembukaan UUD 45 alinea ke-4, kemudian Pasal 31 ayat 2 dan 3. Secara ideologis, kebijakan ini telah mengkhianati sila ke 5 dasar negara kita Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s