Sebuah Sudut Nyata dari Pendidikan

Sebuah Sudut Nyata dari Pendidikan
oleh: M. A. Rohim

JudulNovel : Totto-chan Gadis Cilik di Jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 272 hlm
Cetakan : Keempat, April 2009
Harga : Rp.50.000,00
Ukuran Buku : 20 Cm
Tempat Penerbit : Jakarta

Mungkin secara sekilas, buku ini tampak seperti bacaan ringan untuk anak usia Sekolah Dasar. Namun jika mau mencermati, buku karangan Tetsuko Kuroyanagi ini mempunyai karakter yang sangat kuat untuk disandingkan dengan buku-buku ilmiah lainnya. Semua cerita yang dituliskan dalam buku ini merupakan kisah nyata dari penulis yang mempunyai nama kecil Totto Chan. Ia adalah seorang gadis yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar. Karena rasa ingin tahunya itu, ia menjadi gadis yang lebih aktif dibandingkan dengan teman sebayanya.
Keaktifan Totto Chan mengakibatkan dirinya harus dikeluarkan dari sekolahnya yang lama. Mungkin di mata para guru sekolah tersebut Totto Chan dianggap nakal dan tidak biasa seperti umumnya murid-murid yang lain.
Penulis sebagai pelaku sendiri akhirnya menemukan kebebasanya di Sekolah Tomoe Gakuen, sebuah sekolah nonformal yang menerapkan sistem pendidikan yang berbeda dengan pendidikan konvensional. Terbukti ketika pertamakali Totto Chan masuk dan berkenalan dengan kepala sekolahnya yang bernama Mr. Kobayashi. Siapa yang mau dam mampu mendengarkan ocehan anak kecil selama 4 jam selain Mr. Kobayashi.
Di Tomoe Totto Chan tidak disebut nakal, akan tetapi ia diperlakukan seperti anak biasa yang butuh kebebasan berbuat. Bahkan ia diberi suport dengan nada-nada memuji seperti ” Kamu benar-benar anak baik, kau tahu itu kan”. Begitu yang dikatakan Mr. Kobayashi kepada Totto Chan.
Seperti karangan yang benar-benar fiksi penulis mengungkapkan semua kisah menarik yang dialaminya di sekolah ataupun di tempat lainnya dalam bentuk narasi yang runtut.
Tokoh utama yang sebenarnya ingin ditonjolkan penulis adalah sang kepala sekolah Mr. Kobayashi. Dilatarbelakangi rasa kagum penulis terhadapnya ia mengungkapkan segala yang dialaminya bersama Mr. Kobayashi itu. Rasa cinta Mr. Kobayashi terhadap anak-anak yang begitu besar menempatkan pendidikan anak sebagai hal yang sangat penting. Juga gagasannya yang menganggap bahwa semua anak pada dasarnya adalah baik, tidak ada anak yang harus mendapat hukuman karena ulahnya sendiri. Mereka seharusnya dibiarkan. ” Serahkan mereka pada alam”. Begitu yang diucapkan Mr. Kobayashi.
Dengan membiarkan murid memilih urutan mata pelajrannya sendiri, Mr. Kobayashi yakin bahwa murid akan berkembang sesuai apa yang mereka inginkan.
Keberadaan Totto Chan di Tomoe menemui banyak sekali pelajaran berharga, terutama karena sikap bijaksana dari Mr. Kobayashi. Metode yang digunakan Mr. Kobayashi dalam memberikan pemahaman kepada murid-muridnya sangat unik dan kreatif. Terbukti dengan cara menyebut menu makan siang sehat hanya dengan ” sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan ” membuat mudah murid-murid dan Ibu mereka menyiapkan bekal makan siang. Selain itu banyak hal lain yang diciptakan oleh Mr. Kobayashi yang sangat efektif dan mendidik. Semuanya tergambarkan dalam tulisan Tetsuko dengan judul-judul yang menarik, seperti ” Petualangan Besar”, ” Tes Keberanian”, ” Akan Datang Gerbong Baru”, dan lain sebagainya.
Selain pribadi penulis yang sangat aktif dan sosok Mr. Kobayashi yang peduli dengan jiwa anak, Tetsuko juga berupaya menonjolkan sosok Ibu yang sangat berperan dalam proses pendidikan anak. Tetsuko merasakan sikap orang tuanya yang cukup sabar dan tidak putus asa menghadapi seorang Totto Chan yang ”nakal”. Kondisi anak dapat diatasi dengan jiwa besar dan pengertian seorang Ibu. Ketika Ibu Totto Chan mengatakan ” bagaimana kalau kau pindah ke sekolah baru ? mama dengar ada sekolahan yang sangat bagus”. Ia menjaga mental Totto Chan agar tidak tertekan ketika tahu ia dikeluarkan dari sekolah.
Secara tidak langsung buku ini ingin menyampaikan betapa pentingnya kebebasan bagi anak terkait dengan pendidikan dan cita-cita mereka. Metode pengajran yang diterapkan Mr. Kobayashi setidaknya dapat menjadi pandangan baru bagi kita tentang cara yang baik nendidik anak, bagaimana menghadapi anak yang hiperaktif, dan bagaimana orang tua harus yakin dengan metode non formal yang biasa mereka sebut dengan hal yang sia-sia.
Intinya dengan membaca buku yang menjadi best seller di Jepang ini, kita akan mendapatkan pandangan baru yang positif tentang dunia pendidikan anak, terlebih bagi mahasiswa yang kelak akan menjadi seorang guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s