CACATAN KECIL KKN……(Bag 1)

Di sebuah desa kecil di kecamatan singorojo, saya bersama ke sepuluh teman dari fakultas yang berbeda, menyewa daihatsu jurusan johar mangkang dengan harga 125 yanga pada akhirnya menjadi 130 ribu rupiah karena pak supir daihatsu itu meminta tambahan uang, ia sempat tersesat dan bolak-balik ke kecamatan. Ini hari pertama KKN yang akan menjadi sejarah untuk sebuah sepak terjang mahasiswa ke grass root inti perubahan kehidupan, yaitu masyarakat. Di desa Banyuringin saya dan teman-teman akan menempati sebuah rumah yang sederhana namun luar biasa bagiku, karena sebelumnya saya sendiri tidak pernah merasakan rumah sekaligus tempat peristirhatan sehebat ini. Di rumah Bapak Sumari kami akan hidup semenatara, sebagai tempat beralindung dn beristirahat selama kita melaksanakan KKN. Ke seabelas mahasiswa IAIN sedang berjuang di Desa banyuringin ini dan berkoordinasi serta menyusun konsep perubahan yang kami Bu rukhoyah, mereka berdua akan menjadi orang tua sementara kami. Selama kami di sana kami akan menjadi anak asuh sementara mereka berdua apapun yang akan kita lakukan akan selalu mendapat bimbingan serta arahan dari mereka berdua. Ini adalah moment luar biasa yang akan kami lalui selama empat puluh lima hari ke depan.

Kami semua menyapa mereka beradua sesaat setelah kami turun dari mobil daihatsu merah itu, teh serta jajanan kecil dihidangkan oleh Bapak Sumari dan Bu Rukhoyah, ada hala yang menarik bagiku, pertama saya adalah orang yang pertama mendapat sambutan berbeda dari Bapak dan Ibu, mungkin karena saya suka dengan sesuatu yang rame dan tertawa, humoris kata orang-orang. Ibu juga mengatakan kalau saya mirip dengan mas Tobroni senior jauhku yang dulu pernah KKN juga di desa ini dan menempati rumah ini juga. Baik itu sosoknya, tingkahnya, sikapnya,,,meskipun saya sendiri tidak begitu mengiyakan karena bagiku mas tobroni tidak pernah sama seperti yang saya bayangkan mirip dengan diriku. Namun saya cukup senang. Saya bersyukur kepada Allah sesyukur-syukurnya karena KKN ini saya tidak terlalu membebani orang tua dengan iurannya yang melangit, saya dapat beasiswa DIPA meskipun kecil itu sangat berarti bagi saya, uang untuk memmbayar living kost tentu saja sangat besar….jika saya boleh membayangkan saya akan menjual apa saja yang saya punya untuk membayar living kost itu, namun saya membayaraya dengan uang beasiswa…saya cukup bilang ke ibu bapak di rumah untuk selalu mendoakan saya agar semua yang saya lakukan di sini lancar-lancar saja. Kemarin saat pulang ke rumah, saya alhamdulillah mendapat uang saku tambahan meskipun tidak banyak namun juga sangat berarti.

Hari pertama memang masih proses saling mengenal dan mengenalkan diri, itu sudah biasa jika kita selalu ingin dilihat punya karakter unik, itu yang saya lakukan, saya mencoba menunjukkan bahwa kita semua memang harus far tidak saling tertutup, artinya kita semua harus terbuka dan kompak, makanya suasana yang cair dan penuh dengan canda tawa merupakan jurus yang ampuh. Bagi saya hidup ini tidak leabih dari kita menjalin silaturrohmi dengan siapapun. Itu penting untuk kehidupan sosial kita, bagaimana kita bisa hidup ketika kita sendiri selalu mengasingkan diri, berdiam diri dan tertutup dengan orang lain. Ada beberapa hal yang selalu menjadi prinsip saya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Pertama, saya selalu memperkirakan perasaaan orang yang sedang saya ajak komunikasi, apa yang sedang mereka pikirkan tentang saya, itu pijakan saya untuk memilih bahasa yang tepat, kedua saya tidak akan pernah mencaoba untuk menggurui siapapun kecuali ia memang membutuhkan dan meminta. Saya lebih cenderung mengikuti arus pembicaraan yang sedang berlangsung. Ini sebuah pengalaman pait ketika kita tidak mengetahui kondisi ketika seseorang sedang berbicara dengan orang lain. Dulu teman saya sealalu mendapat nilai buruk ketika sedang berkomunikasi dengan siapapun baik itu orang-orang tua maupun orang yang sebaya dengannya. Setiap orang yang penah berhubungan dengan dia dan ketika bertemu dengan saya selalu saja menceraitakan hal yang buruk tentang temanku itu. Rupa-rupanya satu hal yang menjadi alasan mengapa itu bisa terjadi, dan saya sendiri menyadarai itu sejak pertama akali saya mengenal temanku itu. Satu, ia tidak pernah mau mengalah ketika sedang berbicara dengan siapapun meskipun terkadang ia tampak merendahkan hati, gaya bicara yang selalu sok pintar…itu sangat menjengkelkan siapapun menurutku, kemudian ia tidak pernah melihat suasana hati lawan bicara, terakadang orang yang sudah jenuh tetap saja diajak bicara. Itu juga menjengkelkan dan menyakitkan bagi orang lain menurutku. Itu cukup menjadi pengalaman dan pelajaran bagiku, aku cenderung mengetahui setiap selah apapun itu bentuknya ketika saya sedang berbicara dengan orang lain. Saya mencoba membuat suasana yang cair tapi tidak kebablasan, itu yang buruk, saat lawan bicara kita sedang asyik menjelaskan kita potong dengan senda gurau menurutku kurang etis. Lebih baik kita diam mendengarkan dan kita yang bosan daripada mereka yang bosan mendengarkan ocehan kita. Baru ketika kita punya kesempatan kita gunakan itu untuk membicaraka apapun yang perlu, dan menurutku itu tidak perlu panjang lebar dan susah payah, akan tetapi singkat dan itu mengena. Terkadang kita selalu lupa pada tujuan awal kita ketika kita sudah dialihkan  dengan hal-hal yang menarik lainnya.

Menjaga perasaan orang lain saat berbicara adalah sesuatu yang penting. Itu pelajaran pertama pada hari pertama KKN.🙂 :):):):):)
Hari ke dua adalah membangun kekompakan serta membagi tugas kerja dengan mengetahui potensi setiap masing-masing anggota KKN. Saya mengenali setiap persoalan di desa ini kemudian membuat kesimpulan sendiri, mengetahui sifat dan sikap setiap masing-masing teman juga menjadi kesenangan saya pribadi. Menurutku dengan mengenal karakter mereka kita akan bisa lebih dekat dengan mereka mampu membangkitkan kekompakan yang dimaksud tadi. Caranya adalah mencoba untuk membuat canda tawa khas, untuk setiap orang yang berbeda. Dan itu yang saya lakukan, mencoba mengenali karakter khas mereka menyibukkan mereka dengan canda tawa kita, dan hasilnya adalah mereka akan lebih dekat dengan kita dan tentunya lebih akrab dan kompak.

😉

Survey. Kemudian menjadi sesuatu  kata pertama untuk kegiatan di posko kami. Banyak sekali hal-hal tentang desa yang menjadikan kami semua kaget juga senang. Banyak kegiatan hasil survey kami yang positif, linear dengan harapan kami semua, di desa yang menurut kami cukup terpencil. Dari tingkat bapak-bapak, para orang-orang tua yang ramah itu, mereka cukup aktif dalam hal kegiatan keagamaan. Kami memang sengaja mendatangi kadus-kadus setidaknya di wilayah kami sendiri yaitu RT 06. Kebetulan kepala desa juga berada di RT yang berdampingan dengan RT ayang kami tempati. Ada hal yang menarik, kami semua baru menyadari jika semua RT aktif dengan kegiatan tahlilan rutin dengan hari yang berbeda. Mulai hari Ahad hingga hari sabtu setiap malam ada agenda tahlilan yang terbagi di setiap RT. Menurutku sendiri ini luar biasa, kesadaran apa yang membentuk semangat mereka menjadi pertanyaan sendiri bagiku yang akan saya cari. Dari uraian kepala desa sendiri membenarkan hal tersebut. Mungkin desa banyuringin ini memang sudah lama memeluk agama islam, dugaanku sementara, di mana pertanyaan yang masih belum terjawab jelas, siapa yang membuka desa ini, menurutku dialah yang paling berjasa atas hal ini semua.

Pada akhirnya saya mendapatkan jawabannya……saat saya sedang survey di sebuah mushola di RT 8, di situ saya bertanya kepada warga yang kebetulan menjadi imam di mushola tersebut. “siapa pepunden di desa ini pak?” pertanyaan aneh bagi temanku….namun menurutku itu penting karena ini adalah bagian dari epistimologi mengapa Desa ini begitu yakin dengan apa yang mereka lakukan terkait agenda-agenda religius itu. “Dia adalah mbah Ahmad Selaut……sing babat tanah Banyuringin iki….dan Mbah Purwodo Seno….prejurit mataram yang singgah dan bersemayam di Desa ini.” Kata bapak tersebut. Aku cukup puas dengan jawaban tersebut. Ini adalah bekal saya untuk merangkai sebuah bangunan pengetahuan keagamaan di Desa ini. Dan menurutku ke dua “wali” tersebut harus selalu saya sebut ketika kami sedang merasa membutuhkan bantuan religius….(membaca alfatihah untuk mereka)…hemm…jangan bilang jika saya adalah NU cekek..atau ahlu sunni yang fanatic…tapi secara..saya sangat mempercayai adanya barokah dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Dulu saya sering mendapat cerita dan pengalaman pribadi tentang keberadaan “barokah “.. itu adalah sebuah keniscayaan untuk setiap sesuatu yang kita yakini dan Tuhan adalah maha mengetahui segala sesuatu….terkadang saya berpikir…hidup ini hanya ada satu hal yaitu keyakinan kita…atau kemantapan kita dalam melakukan segala sesuatu asal kita berada dalam posisi yang tidak merugikan orang lain serta tidak melanggar hukum syar’i (ibadah mahdhoh).

*******

Berbagai situasi kami hadapi dari yang tersulit hingga sesuatu yang begitu menyenangkan dan mengesankan kami semua. Beberapa yang masih saya ingat adalah pesan berharga dari seorang mantan Lurah Desa sebelah yang sekarang menetap di Desa Banyuringin ini. Namanya adalah Mariyua…..memang dia pecandu rokok berat…agak botak dan raut wajah yang masih tampak segar meski usianya sudah menginjak 70 an tahun. Dengan nyentrik ia bercerita tentang banyak hal….mulai dari desanya dulu yang pernah di singgahi KKN selam tiga bulan hingga salah satu dari anggota KKn kecantol dengan anaknya sendiri dan menjadi menantunya hingga sekarang. Itu luar biasa…katanya…betapa tidak pertemuan sesingkat itu mampu menyatukan dua hati…kata bapak itu…tapi menurutku itu wajar…sebab sesorang pasti akan cukup terbiasa dengan rentang waktu 3 bulan….apalagi ada ugeran “witing trisno jalaran soko kulino”….mboh kuwi kulino nyawang opo kulino entok perhatian…tapi itu memang relaita…jadi wajar….dan pesan beliau yang masih saya ingat hingga sekarang adalah….”nikmatilah hidup ini”…dan ”ojo waton ngomong tapi ngomongo nganggo wewaton”….ini pesan luar biasa menurutku. Betapa tidak…jika kita mau berpikir maka sebenarnya setiap kita apalagi para pemimpin kita itu sering mengeluarkan kata-kata yang tidak mempunyai dasar (wewaton) dan mereka dengan PDnya selalu menganggap diri mereka benar……betapa susahnya negeri ini…..hahhhhhhhhhhh….
########
(bersambung…..)

2 thoughts on “CACATAN KECIL KKN……(Bag 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s