BELAJAR MANDIRI MELALUI MEDIA VIRTUAL

ALTERNATIF BELAJAR FISIKA MANDIRI MELALUI MEDIA VIRTUAL

(STUDI SITUS WWW.GURUMUDA.COM SEBAGAI SITUS PEMBELAJARAN FISIKA)

abstraksi

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar. Pentingnya proses pembelajaran pada dasarnya terletak pada tingkat pemahaman peserta didik terhadap suatu materi tertentu. Suatu kondisi yang tidak diinginkan biasanya kerap terjadi pada saat proses pembelajaran fisika di kelas-kelas, yaitu ketidaksempurnaan peserta didik dalam memahami materi fisika yang disampaikan oleh pendidik. Perlu adanya sebuah proses alternatif yang menjadikan peserta didik mau melakukan proses belajar mandiri guna melengkapi kekurangan pendidik dalam menyampaikan materi maupun hanya sebagai pengayaan peserta didik saja.

Mengingat semakin derasnya arus informasi dan mudahnya akses peserta didik ke dunia virtual serta mengingat juga maraknya penggunaan dunia virtual untuk berbagai hal, terutama dalam bidang pendidikan. Maka perlu adanya sebuah alternative belajar fisika mandiri melalui media virtual.

Dari hal tersebut perlu kiranya dilakukan penelitian tentang alternatif belajar mandiri melalui media virtual dengan menekankan pada studi situs http://www.gurumuda.com sebagai situs pembelajaran fisika. Di mana tujuan penelitiannya adalah (1) Mengetahui pola pembelajaran situs http://www.gurumuda.com. (2) Mengetahui urgensi situs http://www.gurumuda.com sebagai alternatif belajar fisika mandiri .

Penelitian ini didesain sebagai penelitian kualitatif lapangan dengan objek penelitian situs web di internet, serta berkunjung ke beberapa sekolah untuk mendapatkan keterangan terkait tanggapan siswa, guru, dan mahasiswa mengenai keberadaan situs http://www.gurumuda.com. Sebagai perwakilan sekolah yang bisa mencukupi kebutuhan peserta didik penulis memilih sekolah yang mempunyai fasilitas internet dan komputer. Sekolah tersebut adalah SMA N 5, SMA N 2, dan SMA 3 Semarang.

Setelah dilakukan analisis terhadap data-data dari situs http://www.gurumuda.com serta data wawancara terhadap pengguna situs tersebut akhirnya ditemukan bahwa pola pembelajaran pada situs www.gurumuda.com merupakan pola pembelajaran mandiri informal. Yaitu pembelajaran mandiri yang tidak terikat oleh waktu dan tempat tertentu dan evaluasi secara khusus.

 

Situs http://www.gurumuda.com bisa digunakan untuk alternatif belajar mandiri informal siswa, sebagai penunjang kegiatan belajar di sekolah. Belajar adalah proses individu murni yang tidak melibatkan orang lain, faktor orang lain dan lingkungan merupakan entitas yang menunjang dan memotivasi seseorang untuk belajar mandiri. Situs http://www.gurumuda.com merupakan salah satu situs yang penting dan perlu diketahui oleh para pelajar, guru, dan mahasiswa, karena situs http://www.gurumuda.com memuat materi fisika SMA yang lengkap. Selain itu situs tersebut menyajikan materi dengan metode kontekstual, sehingga mudah dipahami oleh pengguna. Penggunaan multimedia juga menjadi pendukung mudahnya materi fisika dalam situs tersebut untuk dipahami. Selanjutnya interaksi edukatif yang melibatkan para pengguna secara langsung menjadikan situs tersebut perlu untuk dibuka oleh siswa sehingga dapat dijadikan alternatif dalam mencari bahan pelajaran fisika dan belajar mandiri siswa.

Adapun saran untuk situs http://www.gurumuda.com diantaranya adalah perlunya konsistensi dalam proses interaksi edukatif yang sudah ada dalam situs http://www.gurumuda.com, karena proses pembelajaran yang ideal seharusnya terbentuk dengan aktifitas dua pihak yang efektif, yaitu antara pengguna dan pemilik situs. Keberadaan pemilik situs dalam memberikan tanggapan dan jawaban untuk semua pertanyaan yang masuk merupakan ruh dari interaksi edukatif tersebut. Meskipun hal tersebut sulit dikondisikan secara pribadi oleh pemilik situs karena masih kurangnya dana untuk mencukupi segala kebutuhan dalam aktifitas Bloggingnya. Perlu adanya evaluasi belajar dalam situs http://www.gurumuda.com, agar proses belajar yang dilakukan oleh pengguna dalam situs tersebut dapat terukur secara jelas tingkat pencapaian pemahamannya.Perlu dilakukan pengurangan banyaknya tulisan yang pada dasarnya tidak perlu. Sebaliknya, perlu juga dilakukan penambahan cakupan isi dalam materi tertentu, sehingga materi tidak terpotong di tengah jalan, dengan kata lain tuntas.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s