JALAN BERLUBANG: Dosa Pemimpin

Perjalanan yang amat jauh bagi pengendara bermotor memang sebuah siksaan tersendiri, bagaimana tidak, selain sepanjang jalan harus berjejal dengan pengguna jalan yang lain, penerangan jalan serta jalan yang penuh lubang selalu mengancam jiwa para pengendara.Belum lagi jika harus berpapasan dengan truck-truck trailler, huh…luar biasa ngerinya. Jalan-jalan di sepanjang jalur pantura jawa tengah adalah contohnya, lubang-lubang jalan menganga di mana-mana, hujan membuat kondisinya semakin parah. (lihat saja kalau gak per caya)

sumber foto: http: Antara foto

perlu diwaspadai bahwa lubang jalan baik yang cetek maupun yang dalam, tidak kelihatan jika malam menjelang, ….apalagi kalau hujan, (tergenang air). seperti yang penulis alami waktu itu, perjalanan yang jauh dan melelahkan kami lewati dengan linangan air mata di pipi, karena setiap kami melewati lubang, pasti kami merasa sulit menghindari, (telat karena gelap) hingga veleg nyaris bengkok…

Hal ini menjadi PR bahkan sudah menjadi dosa para penguasa sekarang ini. Negeri ini kaya, tapi tidak pernah dinikmati oleh para pengguna jalan raya. terlebih pengendara sepeda motor. Sepeda motor adalah kendaranan yang merakayat sekarang ini, karena rakyat memang baru saja bisa manikmati indahnya, mudahnya, gampangnya, murahnya, ekonomisnya, punya kendaraaan bermotor, karena memang dulu-dulunya, jalan kaki adalah hal yang paling umum dirasakan oleh semua kalangan.
Maka wajar jika Indonesia sekarang ini sedang mewabah orang yang bersepeda motor, setiap hari jalan-jalan penuh dengan sepeda motor. Berbeda dengan negara-negara maju yang sudah kembali ke masa dahulu, bersepeda dan jalan kaki, sepeda motor sudah tidak layak, kalau gak sepeda, jalan kaki, atau naik mobil, karena itu lebih aman.
Meskipun begitu negeri ini perlu menyadari, bahwa kerusakan jalan adalah sesuatu yang sangat krusial, karena menyangkut nyawa manusia. Untuk ke depannya jalan di seluruh Indonesia harus baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s