NABI BERISTRI SEMBILAN

Nabi Muhammad SAW adalah manusia sempurna yang derajatnya di atas semua malaikat. Hanya beliau lah yang sanggup mencapai Mustawa (Arsy) kedudukan Allah SWT. Hanya Nabi Muhammad lah yang sejak kecil tidak pernah maksiat kepada Allah, Allah telah menjamin hal itu dengan membersihkan semua sisi gelap dari Nabi sejak ia masih kecil. Ketika itu beliau di temui oleh dua malaikat yang membedah perut beliau dan membersihkannya dari hal-hal yang kotor. Sejak masih menetek pada Ibu susuan beliau, Kalimatus Sa’diyah, beliau tidak berkenan jika bertukar susu dengan anak yang lain meski sama-sama milik Kalimatus Sa’diyah, hal ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar terjaga dari makanan dan minuman yang tidak jelas (Syubhat), karena makanan dan minuman sangat menentukan jiwa dan raga manusia, setiap anak yang dibesarkan dengan harta yang syubhat bahkan haram akan berbeda dengan anak yang dibesarkan dengan harta yang halal.

Kenyataan bahwa Allah menjaga Nabi dari kemaksiatan sejak kecil merupakan bukti bahwa Nabi benar-benar Rosul dan teladan yang tanpa cacat sedikitpun, selain itu Nabi juga benar-benar mempunyai kepribadian yang mulia, Masyarakat Makkah waktu itu adalah buktinya, gelar Al-Amin yang diberikan kepada Nabi merupakan pengakuan kolektif akan kemuliaan akhlak Nabi. Beliau sangat tenar akan kebaikan, kejujuran, dan kemuliaan budi pekertinya, selain itu Nabi bukanlah seperti bayangan kita saat ini tentang orang yang alim dan hanya mengerti tentang akhirat saja, tidak tahu menahu persoalan dunia ekonomi, politik, dll, Nabi justru sudah merasakan dan ahli dalam semua bidang tersebut. Di usia belia, beliau menjadi pedagang yang sukses. setelah menginjak usia 25, bisa dikatakan kalau beliau sudah dalam posisi financial freedom, yaitu istilah sekarang untuk orang-orang sekelas Bill Gates, Martua Sitorus, dst, yang berhasil mengumpulkan kekayaannya hingga ia menjadi orang yang terkaya. Ini artinya Nabi adalah teladan dalam segala lini kehidupan.

Keteladanan beliau berlanjut hingga mencapai usia kematangannya, yaitu 35 tahun, semenjak itu Nabi tidak pernah lagi berurusan dengan dunia, beliau sudah selesai dengan dirinya. Beliau selalu bertahanus dan berkontemplasi di tempat-tempat yang sepi, di gua Hiro, merasakan diri, mencari kebenaran hakiki, filosofi hidup dan lain sebagainya. sampai akhirnya belaiu mendapatkan wahyu pertamanya di usia 40 th, dan resmi menjadi Utusan Allah.

Nabi Muhammad dinobatkan oleh Allah bukan saja hanya menjadi seorang Rosul, akan tetapi sebagai suri tauladan bagi setiap manusia sepanjang masa. Dalam firmanNya Allah menyebut Muhammad sebagai manusia yang paling tinggi akhlaknya. “wainnaka la’ala khuluqin adzim”. Hal ini adalah jaminan bahwa Nabi Muhammad mampu dijadikan rujukan dalam hal akhlaknya. setiap orang yang hidup bersosial, mau tidak mau harus mempunyai akhlak, yaitu tata krama dalam bersosial dengan sesama.  Maka dari itu, seluruh akhlak beliau, patut dipelajari, setidaknya mempelajari untuk sekedar mengetahui, bahwa manusia terbaik adalah beliau Nabi Muhammad SAW.

Terkait hal-hal dari Nabi yang kontroversial, contohnya istri yang lebih dari satu, istri yang jauh lebih muda dari beliau, hal tersebut dapat dijelaskan, dan tidak tanpa alasan. Dan lagi-lagi hal tersebut tidak terlepas juga dari akhlak beliau yang sempurna. Beliau adalah pecinta anak-anak yatim dan para janda, beliau mengetahui dan merasakan betulk kondisi menjadi seorang anak yatim, oleh karena itu beliau paling tidak tega jika melihat seorang bocah yang ditinggal mati oleh sang ayah, makanya beliau pernah mengatakan bahwa beliau adalah bapak dari semua anak yatim. Dan janda, janda adalah orang yang paling menderita baik secara dhohir maupun bathin, oleh karena itu rosulullah menikahi janda-janda para syuhada yang mati di jalan Allah, bukan karena keinginan belaiu untuk menikah, akan tetapi hanya untuk menjadi pengayom orang-orang yang sedang menderita. Jika orang-orang yang tidak mengenal Nabi Muhammad mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah Cybersex, maka sesungguhnya mereka sedang mengigau, jika benar Nabi mania sex, maka mengapa beliau memilih janda-janda dari pada yang lebih muda?

Maka sering-seringlah kita untuk tetap membaca kisah keteladanan beliau dalam kitab-kitab maulud yang telah disusun oleh para imam-imam terpercaya, seperti Al-barzanji, maupun Al-Dziba’i, berikut cuplikan dari semangat jama’ah islam yang sedang membaca maulud Nabi setiap menjelang peringatan maulid Nabi di bulan Robi’ul Awwal tanggal 1-12.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s