MAKNA BELUM KENA

Oleh: Muhammad Abdurrohim


Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa keculai hanya lapar dan dahaga. Begitu juga dengan berbagai kegiatan yang membanjiri kampus-kampus dengan bekedok religius atas nama bulan Ramadhan. Mereka memang dapat apresiasi yang luar biasa dari mahasiswa dengan indikasi banyak pesertanya. Namun pada dasarnya mereka lupa mengcover apa arti kegiatan mereka. Apakah hanya sebatas tuntutan rutinitas, atau memang hanya untuk mengisi waktu luang menunggu buka sembari menghabiskan budget dana kegiatan mereka.

Dalam sebuah organisasi terdapat istilah visi dan misi kepengurusan yang akan menentukan karakter kegiatan satu tahun kedepan. Dalam visi itu teradapat tujuan yang menjadi ruh di setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dan jika dalam sebuah kegiatan ruh tersebut dapat terasa dalam arti sesuai dengan visinya maka kepuasanlah yang mereka dapatkan. Kegiatan tersebut lebih mempunyai makna. Berbeda dengan hanya kegiatan –kegiatan yang tidak jelas tujuannya tidak paham visinya serta asal terlaksana saja tanpa menentukan hasil atau terget yang direncanakan.

Maka visi lah yang menjadikan sebuah kegiatan itu lebih bermakna. Kegiatan musiman seperti di bulan Ramadhan sangat rawan dengan jebakan asal terlaksana dan asal ramai saja. Kebanyakan kegiatan terserbut tidak mempunyai visi yang jelas sehingga rata-rata kegiatan – kegiatan tersebut termasuk dalam kategori muspro.

Idealnya sebuah kegiatan harus mempunyai visi serta tujuan yang jelas. Semisal menumbuhkan jiwa spiritual  dan religius mahasiswa. Dengan tujuan tersebut minimal evaluasi dapat dilakukan dengan acuan yang jelas pula. Sehingga sukses dan tidaknya acara tersebut akan tampak dengan melihat perubahan yang terjadi pada peserta. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah konsep acara yang dibuat sebisa mungkin menarik, tidak hanya isi saja. Akan lebih baik jika isi yang bagus juga disertai dengan pembungkus yang menarik pula. Kegiatan yang baik tidak akan sukses tanpa adanya peserta yang menghadirinya.

Dalam kurun waktu satu bulan biasanya organisasi-organisasi kampus baik ekstra maupun intra berusaha melaksanakan kegiatan-legiatan tersebut. Tentu saja dengan memanfaatkan momentum bulan suci dan penuh berkah ini. Di perguruan tinggi seperti IAIN Walisongo Semarang yang  mempunyai cukup banyak lembaga kemahasiswaan juga mengadakan acara-acara demikian itu, seperti buka bersama di kediaman para dosen dan pejabat jurusan, fakultas, atau bahkan institut. Tradisi tersebut mempunyai visi mengeratkan tali silaturrohmi antara dosen dan mahasiswa. Selain itu acara tersebut juga dapat dijadikan ajang evaluasi antara mahasiswa dan pejabat kampus dengan suasana yang cukup santai, sehingga  keterbukaan satu sama lain juga akan tercipta. Dan masih banyak kegiatan yang lain yang dapat dikonsep dengan visi yang jelas. Atau memilih kegiatan sembarang yang asal terlaksana saja tanpa merenungi dulu apa maknanya untuk mahasiswa, bagaikan puasa yang hanya dapat lapar dan dahaga saja?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s